Aku dan …

Hosting Unlimited Indonesia

Babak 1 Permulaan

Dimulai sejak pandangan pertama. Kemudian berlanjut saat nyuci bareng. Dia bilang “aku tuh susah kalu sudah nyaman samo uwong” begitulah seingat saya. Kalimat yang membuat saya bingung karena memang terlalu tiba-tiba. Kaget, saya tidak bisa berkata apa-apa. Saya lupa apa yang saya katakan saat itu, ataukah saya hanya tersenyum saja. Dia nyaman sama saya. Begitulah yang saya pikirkan.

Di sela-sela mencuci itu, dia mohon ijin. Oh ya, saya adalah ketua kelompok KKN dimana dia adalah salah satu anggota saya. Dia minta ijin buat pulang ke rumahnya untuk menghadiri acara wisuda kakaknya, begitulah katanya. Saya mengizinkan kapanpun dia mau pulang. Karena lokasi KKN kami tidak begitu jauh dari rumah saya, jadi tidak adil rasanya jika saya melarang anggota yang ingin pulang. Terlebih jika itu menyangkut hal yang penting atau mendesak.

Ternyata sang kakak yang akan wisuda bukanlah kakak kandungnya. Sang kakak ternyata adalah pacarnya. Saya tahu ini dari protes teman-teman cewek lain yang cerita. Dia tertangkap basah telah berbohong. Bagi saya ini seperti sebuah karma karena termakan bujuk rayu setan untuk nyuci bareng dengan Dia. Nyuci bareng itu seperti mimpi indah yang kemudian terwujud. Mana mungkin saya melewatkan kesempatan emas ini (pikir saya saat dia mengajak saya mencuci bareng). Saya memang sudah tertarik sejak awal dengannya tetapi rasanya mustahil karena Dia seorang akhwat.

Mengetahui bahwa Dia sudah punya pacar, saya coba membatasi pergaulan dengannya. Saya tidak ingin di cap sebagai orang ketiga. Lagi pula ada 3 wanita lain yang menjadi teman chating saya di malam hari sembari melepas lelah.

Sebelum pulang Dia meminta nomor Hp saya. Jadilah Dia entah wanita ke berapa yang meminta nomor saya. Ketika kemudian kembali dia pun mengirimkan pesan agar saya menjemputnya.

Beberapa waktu kemudian, kedekatan itu terus terjadi tanpa bisa saya pagar dan batasi. Begitulah karena saya memang menyukainya. Orang tua saya bilang “sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama”. Bertambahlah rasa percaya diri saya. Dia juga pernah menulis dalam pesanya begini “pacaran tuh bukan alasan untuk berhenti berteman”. Tentu saja saya senang membacanya. Sampai ketemu jodohnya masing-masing saya ikhlas berteman dengannya. Meski saya masih berharap jodoh saya itu dirinya.

Komunikasi sempat terputus sebelumnya. Menurut saya berawal dari kecewanya saya atas banyak kebohongan yang dia buat. Hingga kemudian memasuki tahun baru 2017. Januari dia menyemangati saya, “payo kak kito gawein skripsi” begitulah pesannya. Dia meminta saya mengerjakan skripsi bersama, tapi saya selalu tidak bisa.

Beberapa waktu kemudian, Dia sempat minta kado boneka panda saat seminar nanti, yang sepertinya tidak akan pernah bisa saya tepati meski telah saya iyakan. Waktu itu saya yang sudah lama frustasi dengan skripsi lanjut menghadap dosen pembimbing saya. Hasilnya satu kali bimbingan saya langsung Acc untuk menjalani ujian Seminar Usulan Skripsi tapi ada masalah sehingga saya harus menunggu sebulan lagi untuk seminar di bulan Maret.

Beberapa kali saya menelpon tidak diangkat. Saya pun sudah mengirimkan pesan waktu dan tempat saya Ujian. Dia tidak kunjung datang. Pesan yang saya kirim tidak pernah dibalas lagi. Sempat telepon saya diangkat, katanya lagi yasinan tetap sms saya tidak dibalas. Padahal puasa masih sekitar 2 bulan lagi lamanya. Membuat saya melalui ujian Seminar Usulan Skripsi dengan keadaan kurang bersemangat.

Cerita lengkap akan saya buat dalam bentuk cerpen jika menurut teman-teman menarik. So, bagaimana menurut gaes?

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini