Deka firhansyah yang ngenes

Hosting Unlimited Indonesia

wp_20151118_16_18_23_selfie1 wp_20151118_16_18_23_selfie wp_20151118_16_17_56_selfie wp_20151118_15_43_55_pro wp_20151118_15_42_56_pro

Hari itu 18 November 2015 saya mulai cerita ini dari pagi hari dimana dia menghubungi saya untuk minta ditemani ke sebuah toko kue. Namun pagi itu saya tidak bisa menemaninya dikarenakan motor yang bisa saya gunakan sedang dipakai saudara saya kuliah dan baru pulang sore hari.
Kak biso rewangke aku ke negs (toko kue) dak pagi ini?
Dak biso dek motor kk dipake kak deki (saudara saya) ke kampus.
Kalau jam 1an biso dak kak?
Nah dak tau dek kak deki lg nunggu dosen dak tau jam brp selesai, kagek kk usahai tanyo kak deki.

Haripun berjalan hingga tengah hari saudara saya belum juga bisa pulang. Sayapun kemudian mengabari dia.
Dek, maaf dek caknyo kk dak biso ngerewangi adek jam 1 ini soalnyo urusan kak deki lom selesai,
Kalau sore cakmn kak?
Kwnmu katek yg bawak motor yo dek?
Kwnku katek yang biso galo kak, kk tula harapanku
Iy udah Kk usahai kalu kak deki la balek ke kosan kk kabari adek
Saya kemudian bertanya kepada dia.
Kue buat siapo dek?
Buat ultah ayuk kak.
Begitula pengakuannya padahal beberapa hari sebelumnya, tepatnya tanggal 1 November Dia menulis pm di BBMnya “bulan kelahiran IM(pacarnya)”
Sayapun menjawab.
Ohhh. Saya memang hanya temannya jadi tidak berhak tanya lebih jauh, dugaan saya sepertinya dia berbohong, yang berulang tahun hari itu adalah pacarnya. Alasan dia minta tolong sama saya kata dia karena tidak enak merepotkan teman kuliahnya. Dia seolah paham bahwa saya tidak masalah direpotkan. Saya sama sekali tidak keberatan membantu siapapun yang butuh bantuan saya hanya saja dengan cara dia yang tidak berterus-terang bahwa yang berulang tahun adalah pacarnya membuat posisi saya semakin menggantung, sebenarnya apa artinya saya bagi Dia? Mungkin bukan teman tapi lebih cocok seperti sebuah mainan. Meskipun sadar posisi saya seperti mainan saya ikuti saja jalannya permainan ini toh saya juga tidak sedang terikat wanita manapun dan masih ingin bebas dalam mencari calon pendamping hidup, Dia juga pernah bilang pacaran tu bukan penghalang buat berteman.
Beberapa jam kemudian saya menghubungi Dia.
Dek kak Deki sudah balek, jadi dak?
Jadi kak jam 3 aku balek, ketemuan di Dekanat FKIP bae kk kesitula skarang yeh,
Begitulah seingatku obrolan kami setahun lalu Dia menyuruh saya menunggu setengah jam karena saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 14:30 WIB.
Ngenesnya Nasipku
Sudah nunggu sejam lamanya senyumnya yang khas belum juga terlihat. Kering rasanya badan saya, apalagi ada pemandangan dua sejoli yang sepertinya pacaran sedang memadu kasih di dekat parkiran Dekanat tempat saya menunggu. Dia benar-benar menguji kesabaran saya.

bahkan ketika hendak melanjutkan ttulisan ini pun nasip sayaa kembaali ngenes. Tulisan sudah panjang-panjang sudah mau selesai aplikasi pesan yang saya gunakaaan untuk mengetik malah mental keluar dan ketika dibuka lagi kembali hanya ke ssbelum bagian yang di tambahkan. Dasar ngenes…

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini
%d bloggers like this: