Derita Pengguna Hp yang BELUM 4G

Hosting Unlimited Indonesia

Berhubung kuota malam dari operator langganan saya sudah mau habis. Nih saya mau posting salah satu tulisan buah hasil pemikiran saya yang satu ini. Tulisan ini juga pernah saya kirim ke sejumlah media, namun lagi-lagi tidak berhasil terbit. Disimak ya…

Perkembangan Dunia Teknologi
Perkembangan dunia teknologi memasuki babak baru. Industri telekomunikasi semakin berkembang dari hari ke hari. Di luar negeri sudah berkembang yang namanya teknologi jaringan internet 5G bahkan mungkin sudah lebih dari itu. Sementara di Indonesia baru memasuki era 4G tiga sampai empat tahun terakhir ini. Setiap smartphone keluaran terbaru tahun 2017 wajib mendukung jaringan 4G. Belum 4G artinya sudah harus dicoret dari daftar smartphone impian atau menyesal #SalahBeli.

Dengan adanya jaringan 4G, koneksi internet di Indonesia “katanya” semakin cepat. Jauh lebih cepat dari sebelum 4G. Kecepatan download jaringan 4G bisa mencapai 150mbps. Sangat kencang, itu artinya kita bisa men-download film berukuran 1,5 Gb hanya dalam 10 detik. Luar biasa cepat. Saya sebut “katanya” karena memang begitulah yang di promokan operator-operator seluler yang sudah mendukung jaringan 4G. Saya sendiri masih belum bisa move on dari jaringan 3G. Tapi apa keberadaan jaringan 4G menjadi solusi keinginan koneksi internet cepat di Indonesia? Menurut saya tidak.

Menurut saya Indonesia masih belum siap untuk menerapkan jaringan 4G apalagi 5G. Indonesia bukan hanya Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia. Di beberapa daerah bahkan belum tersentuh jaringan internet sama sekali. Masalah di Indonesia menurut saya ada pada persebaran jaringan telekomunikasi yang belum menyebar merata sampai ke daerah. Hanya melingkupi wilayah kota.

Di kota-kota besar rasanya kualitas jaringan internet sudah cukup cepat. Saya memang belum pernah ke Jakarta jadi yang saya jadikan sample Kota Palembang yang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Selatan. Sebelum era 4G sudah lumayan cepat meski mungkin tetap saja ada wilayah tertentu yang kualitas sinyalnya lemah. Jadi menurut saya yang jadi persoalan itu bukanlah 4G nya tapi pada persebaran jaringan internet nya.

Saya sendiri, tinggal di Kota Pangkalan Balai yang merupakan ibukota Kabupaten Banyuasin. Disini sebelum munculnya era 4G kualitas jaringan 3G saja rasanya sudah cukup cepat untuk sekedar bersosial media, nonton youtube dan lain-lain. Hanya saja “tentu” ada sejumlah kuota yang membatasi keinginan untuk berselancar di dunia maya. Tentu ini tidak menjadi masalah bagi mereka yang punya banyak dana untuk membeli kuota.

Belakangan setelah jaringan 4G mulai merambah wilayah Pangkalan Balai jaringan 3G dirasa malah melemah. Saya berkata demikian karena memang hingga kini saya belum hijrah ke jaringan 4G. Karena saya tidak ada alat khusus untuk mengukurnya maka saya menggunakan instagram sebagai alat ukur sederhana. Sebelum era 4G instagram dapat digunakan dengan santainya, tidak ada notifikasi soal jaringan yang kurang mendukung. Saat ini notifikasi itu hampir selalu ada di smartphone saya saat instagram di buka.

Konsumen dipaksa hijrah ke 4G

Ya, ini hanya opini pribadi saya. Tapi bisa saja orang lain berpikiran sama. Beberapa operator menerapkan tarif khusus yang lebih murah bagi pengguna smartphone yang sudah mendukung jaringan 4G. Ini mungkin dimaksudkan untuk mendorong konsumen pindah ke jaringan 4G. Tidak tanggung-tanggung pengguna smartphone 4G mendapat kuota lebih dari 2 kali kuota 3G dengan harga lebih murah. Bagi orang yang smartphone kesayangannya telah mendukung jaringan 4G tentu ini menyenangkan. Tapi disini sadisnya, operator seolah sengaja mengabaikan pengguna lama yang telah terbiasa dengan jaringan 3G. Operator tidak menyiapkan paket internet khusus bagi mereka yang belum mau atau belum punya uang untuk hijrah ke penggunaan smartphone yang telah mendukung jaringan 4G. Pengguna jaringan 3G dipaksa merelakan setiap kuota 4G yang terpaksa ikut mereka beli yang tentunya tidak bisa digunakan. Mirisnya ini juga telah terjadi bahkan sebelum jaringan 4G meluas hingga ke daerah. Kuota 4G lebih besar namun tidak bisa digunakan dan musti pindah ke kota besar baru bisa digunakan. Konsumen terpaksa beli karena tidak punya pilihan lain. Terpaksa beli karena paket tanpa kuota 4G harganya lebih mahal. Terpaksa beli karena operator yang belum 4G kualitas sinyalnya lemah.

Bahkan ada operator yang seolah-olah memaksa pindah, hijrah ke jaringan 4G. Modusnya adalah memberikan promo untuk segera upgrade ke smartphone 4G yang ditawarkan dengan harga diskon khusus bagi penerima sms dari operator tersebut. Serta penawaran peningkatan kualitas pelayanan. Saya tidak pernah menyangka kemudian jaringan sinyal pada smartphone yang lama ditiadakan sama sekali. Only 4G. Saya salah satu korbannya, saat salah satu operator tiba-tiba sinyalnya hilang. Ini hanya untuk wilayah Pangkalan Balai. Saya terlambat hijrah dan membeli smartphone lain yang ditawarkan karena belum cukup uang. Ironisnya, saya harus ke daerah lain agar memperoleh sinyal. Dan nomor operator tersebut akhirnya benar-benar habis masa tenggang sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini