Essai Pertamaku

Hosting Unlimited Indonesia

ESSAI PERTAMAKU
Perjuangan Hidupku Saya lahir dengan nama lengkap Deka
Firhansyah 29 Maret 1994. Semua serba sulit ketika saya dilahirkan. Keadaan memaksa kedua orang tua saya khususnya ibu saya melahirkan didesa tempat kelahiran mereka.Saya terlahir kembar bersama dengan Deki firmansyah yang juga akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, seorang adik perempuan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, masih ada satu lagi adik laki-laki saya yang rencananya juga akan mulai bersekolah tingkat taman kanak-kanak.

Ayah saya Bernama Komaruddin umur 42 tahun bekerja sebagai seorang pedagang dengan penghasilan yang tidak menentu. Ibu saya Salimah umur 40 tahun juga berprofesi sebagai pedangang untuk menambah penghasilan keluarga. Disini saya dan saudara kembar saya ikut andil bagian membantu mereka sebisa kami. Setiap hari minggu dan hari libur lainnya kami habiskan di pasar membantu mereka. Ingin rasanya mengeluh, tapi inilah hidup yang harus aku jalani, aku ikhlas meski terkadang lelah. Orangtuaku cukup pengertian hampir tak satupun kebutuhan kami tak terpenuhi meski kami harus berbagi.

Ketika saya akan memasuki jenjang pendidikan SMA keluarga kami mendapat suatu dilema. Saudara kembar saya tidak terdaftar untuk mengikuti tes disekolah favorit di daerahku. Sekolah itu sebetulnya bukan yang terbaik didaerahku, ada satu lagi sekolah terbaik didaerahku yang kami telah dinyatakan lulus disana. Disana kami akan punya lebih banyak kesempatan, namun biaya menjadi kendala bagi keluargaku.
Awalnya keluargaku memutuskan untuk memisahkan kami karena aku juga dinyatakan lulus di sekolah impian kami. sungguh pilihan yang sulit, orangtuaku tak tega memisahkan kami. Sehingga ayahku memutuskan untuk mengambil segala resiko agar kami bisa bersama bersekolah di sekolah terbaik di daerahku. Aku mengawali sekolah dengan kebimbangan karena aku tahu sekolah ini tidak murah untuk keluargaku apalagi aku berdua dengan saudaraku. Namun orangtua kami meyakinkan kami bahwa mereka mampu.

Disini aku belajar banyak hal yang tak pernah kutemui sebelumnya. Kelas X SMA kuakhiri dengan hasil yang mengecewakan. Kelas XI aku mulai mengintrospeksi diri apa yang salah dariku, nilaiku mulai membaik meski belum mampu belum memuaskan hasratku. Kelas XII aku merasakan sesuatu yang tak pantas untuk aku rasakan, aku tahu hal ini akan membuat aku kehilangan segalanya.
Kehilangan teman, saudara bahkan cita-cita. Setiap hari diskolah aku selalu berusaha menyibukkan diri dengan dengan segala hal agar hal ini tak terlintas dipikiranku. Berhasilkah? Tidak, hal ini malah kian menjadi dan membuatku semakin tersiksa.
disaat aku menemukan arti kesetiaan secara
bersamaan aku menemui penghianatan dimata seorang yang spesial. Marahkah? Tidak mana mungkin aku marah padanya.
Mungkin inilah takdir yang harus aku jalani
kesedihan, kepahitan, dan sakit hati menjadi bagian dari hidupku yang tak terpisahkan. Mengajarkanku arti kehidupan kemandirian, kesetiaan, dan amanah adalah tujuan hidupku yang akan aku selamanya. Sebaliknya amarah dan keminderanku adalah penghalang jalanku.Semoga hari esok kan lebih baik dari hari ini dan kemarin. 29 Februari 2012 pukul 18:37 · Privasi: Khusus Lainnya Deki Firmansyah Deka Firhansyah silahkan dikomen Suka · Hapus · Laporkan · 2 Maret 2012 Infokers ending yg buruk Namun menyenangkan menulis sebuah esai pertama yg tak terlupakan. Meski esai yg dikompol jauh berbeda dari ap yg ku ingin sampaikan ak tak pernah menyesal, Terkadang semua hal lebih baik jadi rahasia daripada harus diumbar di depan publik dgn mengatas namakan isi hati.
Kalw benar isi hati mana mungkin terluapkan dalam kata2 publik. Isi hati hanya dalam hati takkan pernah dimengeti mengapa terjadi. Kita bahkan tak pernah tahu organ apa yg dimaksud hati di sini, Hanya Allah yg tau dimana hati itu berada
sebenarnya. Klw hatinya saja tak tau entah dimana manamungkin isinya terlukis dengan kata2. Isinyapun hanya bisa dirasakan sama seperti ”Hati” itu sendiri Hanya bagian dari rahasia illahi. Jgn bangga tlah berhasil mengungkapkan isi hati dimuka umum, karna itu bukanlah kebenaran itu hanya kemampuan otak saja yg juga ad batasannya. Hati jauh lebih mendalam daripada otak, hati lebih peka terhadap perasaan, hati tak pernah berbicara dgn jelas & lantang namun isi hati dapat dirasakan dengan jelas dan menyenangkan. Suka · Sunting · 11 Maret 2012

Deka Firhansyah

Asal Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin. Kelahiran 29 Maret 1994. Aktif ngeblog berawal dari keisengan yang kemudian menjadi hobi. Seorang Internet Marketer. Penyuka gadget yang juga hobi nonton motogp. Lebih suka kopi pahit meski masih pake gula.

jangan lupa tulis komentar ya