Haram Laki-laki Pakai Gelang?

Hosting Unlimited Indonesia

Haram Laki-laki Pakai Gelang?
Oleh:
Ustadz Ahmad Anshori yang dibagikan dan saya baca di facebook via Status Rendy Apriyano.
Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatu,, ustad saya mau bertanya,,,bolehkah seorang pria memakai asesoris seperti gelang(bukan trbuat dari emas dan perak),,yang terbuat dari karet dan benang,,dan bagiamana menurut pandangan syariat islam? apakah sah sholatnya jga?
via Tanya Ustadz for Android
Jawaban :
Waalaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.
Bismillah wassholaatu wassalam ala Rasulillah, wabadu.
Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam melarang kaum laki-laki menyerupai wanita dan melarang kaum wanita untuk menyerupai laki-laki. Bahkan beliau mendoakan laknat bagi mereka yang melakukan demikian. Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma mengatakan,
لعن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المتشبهين من الرجال بالنساء، والمتشبهات من النساء بالرجال. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.
(HR. Bukhari).
Kapan disebut menyerupai (tasyabbuh)?
Syaikhul Islam Zakariya Al Anshori rahimahullah (salah seorang ulama mazhab Syafii) menerangkan batasan menyerupai di sini,
ضبط ابن دقيق العيد ما يحرم التشبه بهن فيه بأنه ما كان مخصوصاً بهن في جنسه وهيئته، أو غالباً في زيهن، وكذا يقال في عكسه، فإن تشبه النساء بالرجال حرام في مثل ما ذكر
Ibnu Daqiq Al Ied menjelaskan batasan haram menyerupai perempuan adalah dalam hal yang menjadi kekhususan mereka. Baik dalam jenis atau bentuknya atau pada hal yang biasa menjadi pakaian mereka. Demikian pula yang berlaku sebaliknya (batasan tasyabbuh perempuan dengan laki-laki, pent). Karena wanita menyerupai laki-laki pada hal-hal yang telah disebutkan, hukumnya adalah haram.
(Hawasyi Tuhfatul Minhaj Bisyarhi Al Minhaj 3/26).
Dalam ensklopedia fikih juga dijelaskan,
لا خلاف بين الفقهاء في أنه يحرم على الرجال أن يتشبهوا بالنساء في الحركات ولين الكلام والزينة واللباس وغير ذلك من الأمور الخاصة بهن عادة أو طبعاً. انتهى.
Para ulama sepakat terkait haramnya laki-laki menyerupai perempuan, dalam gerakan, kelembutan tutur kata, perhiasan, pakaian dan perkara lainnya yang menjadi kekhususan mereka secara adat (kebiasaan) atau tabiat.
(Al Mausuah Al Fiqhiyyah 11/267).
Sehingga bisa disimpulkan, dikatakan tasyabbuh manakala menyerupai pada hal yang menjadi kekhususan yang diserupai.
Hukum Gelang Untuk Laki-Laki
Memakai gelang, adalah diantara ciri khas kaum wanita, baik secara adat kebiasaan maupun tabiat. Hampir tidak ditemui orang-orang yang terpandang secara akhlak dan memiliki pribadi yang baik memandang gelang adalah perhiasan kaum pria. Maka karena benda ini adalah perhiasan khusus wanita, kaum laki-laki tidak boleh memakainya. Apapun bahannya, baik karet, plastik, kuningan dan yang lainnya. Karena terdapat unsur menyerupai (tasyabbuh) perempuan. Sementara ancaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hal ini sangat keras, menunjukkan penekanan dalam larangan (haram).
Sebagaimana pernah difatwakan oleh Ibnu Hajar Al Haitami rahimahullah dalam buku fatwa beliau,
يحرم التشبه بهن [ أي : بالنساء ] بلبس زيهن المختص بهن اللازم في حقهن كلبس السوار والخلخال ونحوهما بخلاف لبس الخاتم
Diharamkan menyerupai kaum wanita dengan memakai perhiasan yang menjadi ciri khas mereka. Seperti memakai gelang, gelang kaki dan yang lainnya. Berbeda dengan memakai cincin (pent. hukumnya boleh bagi laki-laki asal bukan cincin emas)
(Al Fatawa Al Fiqhiyyah Al Kubra 1/261).
Pakailah perhiasan lain yang sesuai dengan tabiat atau selera laki-laki, tidak menyelisihi keumuman masyarakat dan yang terpenting tidak melanggar aturan agama.
Adapun apakah sholatnya sah. Kita katakan sholatnya sah namun dia berdosa !
Wallahualam bis showab.
Kota Nabi ﷺ, Islamic University of Madinah, 8 Jumadal-ula 1438 H.

Dan inilah komentar saya-Deka Firhansyah
Laki-laki tidak Bergelang, Berkalung, dan BERCINCIN
Nah ini (Larangan Laki-Laki pakai gelang dalam islam) ternyata ada dalilnya. Kalau menurut saya terserah. Zaman sekarang sudah kebolak-balik. Satu kebenaran diantara 9 kesalahan dapat berarti 9 kebenaran dan satu yang salah. Begitulah sistem kehidupan dewasa ini. Penuh carut-marut berujung perselisihan dan perpecahan.

Kalau dibaca lagi dapat saya tangkap bahwa hal yang sama juga berlaku bagi penggunaan cincin dan kalung bagi Lak-Laki. Mungkin dalil ini juga berlaku bagi perhiasan lain yang tidak mempunyai fungsi tertentu bagi seorang laki-laki. Entahlah saya tidak tahu. Buat kamu yang tahu tolong beritahu saya dengan cara meninggalkan komentar di bawah ya.

Menurut pendapat saya pribadi memang gelang itu milik perempuan. Entah apapun pembenaran terkait bahannya apa. Masalah bahan menurutku tidaklah penting. Karena faktor bahanlah maka terdorong banyak sekali sesuatu yang menurut saya hanyalah pembenaran untuk sesuatu yang sudah jelas dan terlihat jelas bahwa itu salah. Sesuatu itu setidaknya terlihat benar meski sebenarnya salah dan ini sudah jelas terlihat salah namun justru dibela-bela degan alasan bahan. Lagi pula tidak ada fungsinya bagi lagi-laki.

Normalnya seperti itu. Kecuali jam tangan, karena ada punya fungsi penting sebagai penunjuk waktu yang lebih praktis disaat tidak ada jam dinding dan hape smartphone lagi coid. Saya dulu juga pakai jam sejak SD sampai SMP kelas berapa saya lupa kemudian tidak lagi.

Pembenaran makin kuat manakala dilakukan oleh orang yang punya pengaruhnya. Apapun salahnya menjadi benar bagi fans setia. Seperti ustadz yang merokok yang Seolah sudah biasa. Ustadz pakai batu cincin juga sudah biasa. Bahkan kini ustadz pakai gelang. Mungkin juga ada ustaz yang pakai kalung meski mungkin itu tasbih yang sengaja dibuat jadi kalung menyalahi aturan multifungsi. Sesuatu itu kadang dari dulu jelas saja salah. Tapi kemudian dicari-cari pembenarannya. Sesuatu ini jelas terlihat

“Stop pembenaran atas sesuatu yang salah?”
Semua orang punya keingkarannya masing-masing. Saya pun sering ingkar dan lalai, yang rasanya tidak perlu tertulis. Banyak sekali. Itu semua urusan personal di hadapan Allah kelak tanpa bisa dihakimi secara nyata oleh manusia. Karena tidak bisa dilihat mata kepala secara pasti tanpa bertanya mendalam dan membaca pikiran. Tidak busa juga dianggap melakukan mengajak orang lain berbuat salah. Karena tidak terlihat dan diperlihatkan apalagi dibicarakan secara sengaja. Hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Nah, kalau urusan yang terlihat jelas seperti gelang, cincin dan kalung jelas saya jauhi. Beda lagi Kalau urusan perempuan, kadang hilaf itupun datang tanpa bisa ditolak dengan berdalih kata “menghormati” si perempuan. Saya tahu benar tindakan tersebut salah. Tahu persis. Tetapi nolak Rejeki juga tidak baik loh 😄.

Alhamdullilah saya masih sehat dan normal. Masih suka perempuan. Tidak doyan laki-laki. Meski saya tidak bebas begitu saja berteman dengan perempuan. Setidaknya tangan ini belum pernah memegang wajah perempuan. Sentuhan hanya sebatas salaman. Salaman yang bertujuan untuk menghormati sekaligus tidak menolak jika rejeki itu datang.

Alhamdullilah diri ini masih belum pernah berpacaran. Belum mau untuk sengaja mencari pacar. Belum saatnya. Sabar ya sayang 😄. Owalah, Malah pakai sayang-sayangan. Rasanya tidak ada lagi laki-laki sesuci saya. Ups, salah bukan tidak ada. Sepertinya ada beberapa yang saya kenal lebih suci daripada saya. Mungkin malah banyak lagi yang seperti mereka. Saya kagum dengan mereka. Alangkah sanggupnya. Kuat sekali menahan godaannya. Keten. Mereka amat sangat keren menurut saya. Cocok sekali menjadi masuk daftar calon suami idaman. Benar saja, sepertinya banyak wanita di sekeliling mereka. Menjadi fans mereka. Mungkin juga siap dipilih oleh mereka kapan saja.

Hati ini belumlah kuat dari menahan goda. Masih kalah jauh dari mereka. Jauh sekali. Zina mata kemudian berlanjut zina hati menjadi dua hal yang sangat sulit untuk dilawan. Nafsu. Ya, sesuatu yang sanggup menghancurkan seorang lelaki selain Harta, Tahta yakni Wanita atau perempuan (terserah mau tulis dan sebut apa). Laki-laki normalnya pasti punya nafsu soal perempuan. Hanya satu itu nafsunya lelaki.

Alhamdullilah saya lelaki normal karena tergoda. Masuh tetgoda. Setidaknya saya merasa normal. Masih terdapat sosok lembut yang sanggup membuat saya tergoda. Saya tergoda setiap bidadari dunia datang seolah menantang jiwa kelaki-lakian saya. Sungguh Ujian Allah maha berat rasanya. Padahal rasanya saya tidak pernah pertama kali sengaja menggoda. Tahu benar kalau saya tidak menolak rejeki yang datang. Tanpa kasihan mereka datang sendiri kemudian pergi dengan sendirinya pula.

Setiap orang pasti punya salah. Manusia memang tempatnya selalu salah dan lupa. Itu tidak akan menjadi masalah jika mengakui salah mengakui kekhilafan diri sendiri. Mengakui diri yang tidak sempurna. Meski manusia adalah makhluk paling sempurna. Mau mendengarkan nasihat orang dan sadar akan kesalahan. Tidak akan jadi masalah jika tidak ngotot. Dan tidak melakukan banyak pembenaran-pembenaran atas diri sendiri yang jelas salah. Sebaliknya memperbaiki kesalahan itu. Karena itu fungsinya akal dan Hati. Stop pembenaran atas sesuatu yang salah.

Maaf Kalau tulisan saya jelek. Saya belajar dan masih terus belajar. Tulisan ini dapat saya rubah sewaktu-waktu, tergantung mut dan ketersedian kata yang dikemudian hari mungkin lebih pas menurut saya. mungkin tanpa pemberitahuan sebelumnya. Yang jelas saya ingin kamu juga baca ini, Yang Sudah Tertulis Untukmu Tidak akan Tertulis Untuk Orang Lain. Nantikan tulisan saya lainya. Silakan dikomentari sesuka kalian ya. Saling berbagi link tulisan juga boleh. 😊.

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini