#NulisRandom2017| Hari ke 12, 12 Juni Teringat Kenangan Ikut SNMPTN

Hosting Unlimited Indonesia

Penting bagi saya untuk mengingat setiap momen penting yang ada. Setiap momen adalah sejarah. Unik dan hanya terjadi satu kali. Saya ingin menuliskan semuanya sehingga “mungkin” penyakit alzheimer pun tak akan mampu membuat hilang ingatan. Lebay. Tak ada satupun orang yang bisa melawan takdir. Karena “JIKA ALLAH MAKA JADILAH”. Begitupula melupakan dan terlupakan adalah takdir. Saya hanya bisa mengantisipasinya dengan mulai menulis. Mulai mencatat setiap momen yang ada.

Hari ini kembali hadir tanggal 12 Juni 2017. Bicara 12 Juni selalu membuat saya jadi teringat perjuangan menuju gelar “Mahasiswa” Universitas Sriwijaya. Tidak ada kesempatan kedua lagi. Tidak akan mungkin menempuh jalur ketiga (USM). Hanya ada satu kesempatan. Gagal berarti terserah jalan yang dipilihkan orangtua. Lulus berarti kebebasan bagi saya untuk memilih jalan sendiri untuk selanjutnya. Setelah 6 bulan hanya fokus pada soal-soal SNMPTN. Setelah 1 bulan intensif belajar sendiri. Saya siap untuk menang. Untuk memperjuangkan masa depan saya. Saya haru lulus tes Unsri terlebih dahulu. Baru kemudian saya boleh mengambil keputusan. Hari itu Saya berangkat ke kampus Tridinanti sementara Deki berangkat ke Indralaya.

Di hari yang sama Deki resmi jadi bagian keluarga besar Universitas Sriwijaya. Hari itu Deki daftar ulang. Dia telah menerima Kartu Pengenal Mahasiswa (KPM) Universitas Sriwijaya. Sementara di waktu yang sama saya berjuang ikut SNMPTN jalur ujian tulis. Saya ingat betul Deki memamerkan KPM miliknya tersebut dihadapan saya.

Hari itu sungguh melelahkan. Saya tidak percaya bahwa soal-soal yang disajikan sangat menyulitkan. Saya akui itu memang sulit. Jauh lebih sulit dari yang saya duga. Jauh lebih sulit dari prediksi soal try out SNMPTN dari primagama yang pernah kami ikuti di sekolah. Saya optimis bahwa soal-soal tersebut juga sulit bagi peserta lain.

Oh ya, dalam keluarga saya tidak ikut tes SNMPTN sendirian. Saudara sepupu saya juga ikut tes SNMPTN jalur ujian tulis di hari yang sama dengan saya meski kami berbeda lokasi. Dia juga mengakui bahwa soalnya sulit dikerjakan. Saya hanya menjawab sedikit sekali soal. Begitulah, tapi saya tetap percaya diri. Saya yakin yang saya jawab dapat memberi poin maksimal. Saya fokus pada mengurangi jawaban yang salah daripada menjawab banyak soal dengan kemungkinan banyak salah. Saya bertekat untuk membalas dendam di hari kedua.

Beruntung Hari kedua dipenuhi senyuman. Saya menjawab soal dengan tersenyum. Niat balas dendam atas derita di hari pertama pun terbayarkan lunas. Belum selesai ujian hasilnya seolah sudah ketahuan. Tanpa ragu saya yakin pasti lulu. Meski yakin pasti lulus saya tetap berusaha tidak tinggi hati. Terlalu percaya diri kadang memang jadi masalah besar bagi saya. Saya juga terus berupaya menjelaskan kepada kedua orangtua saya agar tidak terlalu berharap. Itu penting agar saya bisa lebih tenang dan tidak berpikir pasti lulus sebelum hasil ujian di umumkan.
#NulisRandom2017
#RamadhanProduktif
#Dekapunya

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini