#NulisRandom2017| Hari ke 7 Disiplin Saja tidak cukup

Hosting Unlimited Indonesia

Maaf saya agak terlambat posting. Saya harus melakukan penghematan kuota. Perharinya saya hanya boleh menghabiskan kuota sejumlah 85 Mb. Total dalam sebulan ini (sejak 29 Mei 2017) saya punya kouta internet 2560 Mb.

Agar kuota tersebut cukup saya harus disiplin dan berhemat. Saya menghitung penggunaan kuota saya secara berkala agar tidak lebih dari 85 Mb/ hari. 85 Mb/ hari adalah kuota yang sangat terbatas. Tidak akan cukup menemani seharian penuh bila kamu adalah orang yang suka ngulik sana sini seperti saya.

Meski sudah dihitung dengan seksama namun kadang-kadang masih kelewat batas. Kemarin adalah salah satunya. Tanggal 6 Mei 2017 masih pagi jatah kuota perhari yang sudah saya tetapkan sudah terlewati.

Ya, pagi kemarin saya kesulitan dalam mencari ide tulisan. Akhirnya jatah kuota hari itu habis dan malah saya belum juga memiliki ide untuk ditulis. Memasuki hari ke 6 #NulisRandom2017 saya jadi semakin menyadari bahwa menulis itu sulit. Saya kemudian memilih melanjutkan serial curhat. Hanya soal curahan hati yang saat ini bisa saya tulis. Tulisan ini pun juga sama. Temanya tentang curhat.

Disiplin saja tidak cukup
Untuk memastikan kuota saya cukup untuk sebulan penuh minimal saya harus disiplin. Namun saya salah, disiplin saja ternyata tidaklah cukup. Untuk memenuhi kebutuhan kuota harian saya, setidaknya saya butuh kuota minimal 1 Gb /hari. Yang jadi persoalan bagi saya bukan jumlah koutanya tapi harganya. Jika saya punya banyak uang saya bisa habiskan dan beli lagi paket kuota baru sesuai kebutuhan saya. Tapi saya tidak bisa hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan kuota. Saya mempunyai kebutuhan lain yang juga tidak kalah penting. Jadi saya harus berhemat sehemat mungkin.

Saya pengguna setia operator telkomsel sejak lama. Pilihan bertahan dan kembali menggunakan telkomsel adalah karena hanya telkomsel yang “agak” bisa diandalkan. Operator lain mungkin lebih murah tapi tergolong mahal juga bila dibandingkan kualitas pelayanannya. Bukan berarti telkomsel baik. Tidak. Tarif yang dipatok telkomsel menurut saya masih terbilang mahal dan makin mahal bila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Tarif mahal, sinyal yang tidak semakin baik, dan kuota yang terbilang makin cepat habis adalah hal yang sangat menyebalkan. Sebagai konsumen, kita seolah dipaksa untuk beli lagi, lagi dan lagi jika ingin terus terhubung dengan dunia maya. Dalam hal ini operator lain pun kurang lebih sama. Hanya menang kuota internet lebih banyak dan harga lebih murah serta sinyal yang sering lebih lemah.

Atas kesetiaan saya sebagai pengguna telkomsel saya sering mendapat promosi paket kuota yang “katanya” murah. Meskipun bagi saya pribadi masih terbilang mahal juga. Paket promo telkomsel yang saya gunakan sekarang ini kuota internet 2,5 Gb yang berlaku 24 jam serta + bonus 1 Gb kuota video seharga Rp. 35 ribu yang hanya bisa dibeli setelah melewati periode 1 bulan. Artinya bila belum cukup 1 bulan sejak paket terpasang, saya belum bisa melakukan perpanjangan. Saya tulis demikian karena memang sudah saya buktikan sendiri pada bulan sebelumnya. Saat kuota internet saya habis sebelum periode 1 bulan habis saya tidak bisa melakukan perpanjangan paket. Jadi pilihan saya hanyalah berhemat atau memilih paket kuota dengan harga lebih mahal bila ingin kuota internet lebih banyak.

Harus Berhemat
Jika saya tidak berhemat, kuota internet yang saya beli tidak akan pernah cukup. Sementara biar cukup maka uang untuk biaya internet yang harus saya keluarkan jadi lebih besar. Itupun kalau saya punya uang. Kalau sedang tidak punya ya, terpaksa menikmati puasa internet. Saya harus berhemat, tidak rajin main instagram, tidak sering berselancar di dunia maya. Hanya menunggu notifikasi dari social media. Harus puas hanya dengan bermain facebook saja. Ya, begitulah saya harus berhemat sehemat mungkin mengurangi aktivitas dunia maya karena disiplin saja tidaklah cukup, saya juga butuh kuota lebih banyak dengan harga yang murah.

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini