Saat Perampas Hak Orang Lain yang Bicara Soal Keadilan

Hosting Unlimited Indonesia

Berpikir keras apa menurutmu kata yang pantas untuk “Perampas Hak Orang Lain yang Bicara Soal Keadilan”. Kalau dari saya “Dak tau diri”. Yang diam bisa jadi karena sadar diri. Sadar menikmati kemudahan yang tidak dirasakan orang lain. Yang ikut bisa jadi hanya ikut-ikutan. Yang ikut-ikutan ini yang biasa menikmati kemudahan dibalik kesengsaraan orang lain. Masih sanggup ya bayar gak sanggup lagi ya menghadap rektor sekalian, minta dibayarkan sesuai janji yang pernah dimuat di berita media besar. Begitulah mekanisme nya dek. Aku juga bakal ngelakuke itu andai kata orang tua ku bangkrut total. Alhamdulillah hingga dak sengaja masuk semester 11 masih terbayar. Kerugian besar bagi bangsa dan negara bila membiarkan bibit-bibit terbaik layu sebelum berkembang. Jadi kupikir pasti ada solusi. Asal jangan tembak rata murah berjamaah yang jauh dari kata adil. Rektor mungkin hanya ingin memastikan bahwa yang dibantu adalah yang berhak dibantu, ini sudah terlihat saat rektor turun tangan langsung memverifikasi peserta bidikmisi2017.
.
#Dekapunya
*catatan: Hanya berbagi pemikiran, tidak bermaksud berada di seberang adik-adikku. Hanya saja jika ini tidak ditulis kakak tidak akan bisa tenang.

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini