Sepertinya, Bukan Teman

Hosting Unlimited Indonesia

Kau Yang Membuat Aku Meminta

Entah apa artinya aku ini bagimu. Kupikir kita sudah baikan saat kau kembali menegurku yang tidak berani mengungkapkan ini.

Kau harus tahu betapa sebenarnya aku ingin menegurmu lebih dahulu. Tetapi keinginan itu selalu kalah. Kalah disaat ingat kalau kaulah orang yang selalu cuek padaku saat aku lagi mencoba bersikap ramah. Kalah saat ingat kaulah yang selalu memilih untuk duduk ditempat yang berbeda denganku meski kau mengenaliku dan meski kau datang bersamaku.

Aku selalu bingung mengapa aku selalu memikirkanmu. Aku juga selalu peduli padamu. Parahnya lagi, aku selalu refleks menjawab saat kau menegurku. Aku bahkan memberikan hadiah padamu. Tidak lupa aku melakukan apa maumu. Mungkin aku sayang kamu.

Tapi. Rasanya tidak se sayang itu. Aku melakukan semua itu karena peduli. Karena aku mau. Aku lakukan karena aku mau melakukan itu. Aku melakukan itu karena kau memintaku. Mungkin aku akan melakukan hal yang sama jika yang lain juga meminta hal seperti itu. Mungkin aku tidak se sayang itu. Aku tidak begitu yakin aku sayang kamu.

Keadaan menunjukkan bahwa aku kehilangan yang lain. Sesuatu yang sudah jelas bukan untukku. Mungkin itu yang membuat aku kembali meladeni kamu. Mungkin demikian. Tapi sepertinya tidak. Kamu tidak ada hubungannya dengan yang lain. Kamu adalah kamu. Sebuah kisah tersendiri bagiku. Terlepas dengan yang lain.

Apa Artinya Aku Bagimu

Kau menegurku. Memanggil-manggil namaku. Tapi kamu juga cuek padaku. Aku merasa malu pada temanku saat kita bertemu. Jarang aku menegurmu karena malu andaikata kau tidak memberikan respon terhadapku.

Aku bahkan tidak seperti teman-teman bagimu. Sungguh perbedaanya terlihat jelas dimataku begitu melihat perlakuanmu terhadap temanmu. Tidak pula kau hormat selayaknya aku orang yang kau hormati. Hanya keramahtamahan yang berujung cuek seolah kita tidak saling mengenal dekat. Kau bahkan tidak menerima permintaan untuk mengikutimu.

Menurutku ada yang tidak beres. Apa artinya aku bagimu. Entahlah. Yang pasti bukan teman.

Mungkin aku saja yang entah kenapa berharap aku lebih dari teman bagimu.

Hanya kau yang membuat aku meminta jadi temanmu.

Sederhana saja, Aku membenci sikapmu, benci kelakuanmu, tapi tidak dengan dirimu. Bisa jadi malah menyukaimu.

Sebelumnya…
Bersambung…

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini