Tantangan Paling Mengesalkan Sebagai Blogger 
(Lumia 535)

Hosting Unlimited Indonesia

Apa tantangan terbesar sebagai seorang blogger? Jika seorang blogger ditanya demikian maka jawabannya kurang lebih seperti ini: bagaimana cara menghasilkan uang dari blog secara cepat, bagaimana diterima Google adsense, mencari keyword potensial, bagaimana bisa terus menghasilkan artikel berkualitas secara terus-menerus, dan bagaimana mendatangkan banyak pengunjung ke blog kita. Itu adalah beberapa tantangan-tantangan yang umumnya dihadapi seorang blogger.

Bagi 2 tahun saya ini saya pakai lumia 535. Sebuah hp yang katanya tergolong smartphone tetapi kurang pintar sebagai hp.

Pada hp lain tentu sudah umum jika baterai habis saat sedang digunakan maka kamu tinggal mencolok carger ke hp dan masalahpun selesai. Hp bisa digunakan untuk main, mengetik dan lain sebagainya. Meskipun sebenarnya tidak dianjurkan untuk menggunakan hape saat sedang melakukan pengisian daya tapi, umumnya kebanyakan orang masih menggunakan hp nya saat sedang di carger. Hal ini memang masih bisa dilakukan dan daya yang sedang diisi tetap masih bisa penuh. Anda kemudian bisa mencabut carger bila sudah penuh dan mencolok carger kembali saat baterai kembali habis lagi. Pada hape jenis smartphone merek lain tentu juga sama. Bisa.

Atau, bila memang anda patuh pada aturan yang disarankan untuk tidak menggunakan hp saat sedang melakukan pengisian daya baterai maka, pilihan kedua adalah dengan mendiamkannya sejenak untuk melakukan pengisian daya. Matikan sejenak penggunaan data atau matikan saja smartphone nya sekalian saat sedang mengisi daya agar baterai bisa lebih cepat terisi. Simpel, dan kemudian smartphone anda kembali terisi dayanya dan bisa anda gunakan lagi. Tentu, pengisian daya akan berlangsung lebih cepat bila smartphone kamu mendukung pengisian cepat. Bila tidak pun rasanya kelewatan bila didiamkan sambil dicarger selama 15 menit namun baterai hanya terisi dibawah 20%. Namun di hp saya itu terjadi.

Hape saya adalah hp smartphone yang menurut saya belum pintar. Banyak syarat atau alasan yang harus terpenuhi. Salah satunya adalah yang menjadi inspirasi tulisan ini. Sebelum saya menulis tulisan ini, saya sedang berusaha menulis tulisan lainya. Tulisan sederhana juga, yang secara mendadak tiba-tiba kepikiran dan ingin saya abadikan dalam sebuah tulisan. Mumpung ingat pikir saya, harus segera saya tulis. Sayapun kemudian mulai mengetik. Saat itu hp saya lagi di carger yang, sejak tadi belum penuh juga tapi, terpaksa tetap saya gunakan karena saya gampang lupa, kalau tidak ditulis sekarang maka nanti saya akan lupa.

Dan mulailah saya mengetik perlahan lahan-lahan agar keyboardnya tidak eror. Ya, masalah utama lumia 535 adalah keyboardnya suka mengalami “invisible hand”, terutama saat baterai sedang tersisa sedikit (kurang dari 20%), hape mulai panas, dan saat sedang melakukan pengisian daya. Tombol yang merespon seringkali berbeda dengan yang saya sentuh. Gaya mengetik saya pun harus ekstra hati-hati dan pelan-pelan. Saya terpaksa harus mengetik saat sedang di carger karena apabila menunggu akan memakan waktu yang lama hingga daya baterai terisi. Didiamkan selama 15 menit tidak akan cukup membuat hp saya terisi di atas 20%. Menggunakan hp saat sedang dicarger sendiri membuat hp tidak akan pernah penuh. Benar-benar berbeda dengan hp lain apalagi dengan smartphone lain yang sudah pintar.

Oh ya, saya terbiasa mengetik menggunakan pesan karena memang lebih simpel. Lagipula saat ini aplikasi office saya sedang bermasalah sehingga saya tidak bisa menyimpan file tulisan yang saya ketik ke dalam memori hp (internal) atau memori eksternal, hanya bisa ke onedrive (penyimpanan virtual milik microsoft) menyebalkan. Masalah tersebut lah yang membuat saya bertambah kesal dengan hape Lumia 535 karena office “seharusnya” jadi keunggulan hp besutan microsoft.

Saya sedang mengetik seperti biasanya. Beberapa kata dan kalimat berubah dari pikiran awal saya. Bukannya bertambah bagus, justru jadi kurang enak dibaca. Hal ini terjadi karena saya melakukan beberapa kali pengulangan dikarenakan “invisible hand”, sehingga kata yang kemudian tertulis tidak sama dengan kata yang saya pikirkan sebelumya. Saya memang sering sekali jadi fokus pada mengingat dan memperbaiki kata yang salah sehingga lupa kata-kata yang harus saya ketik selanjutnya. Kemudian saat mengetik sudah agak banyak kadang tiba-tiba terpencet back hingga keluar langsung ke home. Atau tidak lagi muncul pilihan simpan draf atau buang dimana kita bisa pilih simpan untuk menyimpan draf pesan tersebut. Saat sedang sial langsung terpencet buang.

Nilai minus yang lebih parah seperti yang terjadi sebelum saya menulis tulisan ini. Tiba-tiba hape saya melakukan zoom dan biasanya tidak bisa kembali normal sebelum hape di cabut baterainya dan kembali dihidupkan. Saya sudah coba menyimpan tulisan saya dengan memencet tombol back untuk kemudian memilih simpan draf pesan, namun pilihan itu tidak terbaca mungkin karena efek zoom jadi saya hanya bisa pasrah kepencet back sekali lagi, saya harap bisa tersimpan otomatis.

Saya kemudian mencopot carger dan mencabut baterai-memasangnya lagi kemudian kembali menghidupkan hp saya. hard Reset begitulah istilahnya. Tidak perlu pencet tombol karena begitu hape tersambung kabel carger ke sumber daya listrik (bisa juga komputer/laptop atau powerbank) maka hp langsung hidup dan melakukan pengisian daya. Ya, Lumia 535 tidak bisa dicarger dalam kondisi mati karena akan secara otomatis hidup saat tersambung arus sumber daya listrik. Setelah hp hidup saya kembali cek pesan berharap tulisan saya tersebut tersimpan. Ternyata setelah saya cek tidak ada lagi tulisan itu terbuang.

Dengan hp Lumia 535 saya dipaksa menuruti aturan bahwa disarankan untuk tidak boleh menggunakan hp saat sedang digunakan. Bagus dong jadi aman? Aman palakmu peyang. Saya jadi banyak kehilangan moment penting saat hape tidak bisa digunakan. Percuma punya smartphone tapi tidak bisa mengabadikan atau mencatat momen penting. Belum lagi waktu pengisian daya yang kadang sangat lama membuat waktu yang terbuang jadi sangat banyak. Hemat daya jadi kebutuhan wajib selain kuota bila tidak ingin kehilangan moment penting. Terlebih bagi saya seorang blogger yang mendapat inspirasi tulisan dari catatan-catatan saya sehari-hari.

Inilah tulisan saya tentang Tantangan Paling Menyebalkan Sebagai Blogger. Tidak ada niat menjelek-jelekkan merek lumia 535. Toh tidak saya lakukan rasanya hampir semua orang tahu kejelekannya. Harapan saya, agar tulisan saya dapat dibaca banyak orang sehingga dapat dipertimbangkan pihak Microsoft selaku pemilik merek Lumia 535 untuk menghasilkan produk yang lebih baik sesuai bagi kebutuhan konsumennya. Terima kasih.

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini