Undangan Resmi

Hosting Unlimited Indonesia

Sebelumya saya menerima undangan resmi pernikahan sepasang teman kampus saya yang menikah 28 Juli 2017. Mereka bernama Saca & Vera. Lengkapnya si mempelai pria bernama lengkap Saca Negara dan si mempelai wanita bernama lengkap Vera Novia Lini. Saca merupakan teman sekelas saya. Saya dan Saca sama-sama kelas AN B di jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsri. Sementara istrinya tidak sekelas dengan kami. Vera kelas AN A di jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Unsri. Meski tidak sekelas saya mengenal Vera karena kami mendapat Dosen Pembimbing akademik yang sama. Saya sering menitipkan tanda tangan KRS kepada mereka karena dosen pembimbing akademik saya memperbolehkan untuk menitipkan KRS untuk ditandatangani.

Saya menerima undangan pernikahan mereka lewat aplikasi chating Line. Malam itu Saca mengirimkan foto undangan pernikahan mereka. Di zaman yang sudah serba digital seperti sekarang, menurut saya undangan yang saya terima dari akun Line Saca tersebut sudah bisa dikatakan undangan resmi. Namun sayangnya saya tidak bisa hadir memenuhi undangan tersebut. Lokasinya cukup jauh dari rumah keluarga saya yang adanya di Pangkalan Balai, Banyuasin. Sehingga apa boleh buat saya terpaksa untuk tidak hadir.

Undangan Lagi
Sabtu, 12 Agustus 2017 sekitar pukul 9. 53 lagi-lagi saya menerima undangan pernikahan. Kali ini dari seorang teman satu kelompok saat KKN. tepatnya seorang adik. Dia angkatannya satu tahun di bawah saya. Dia mahasiswi FKIP Unsri Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2013. Nama lengkapnya Desnawati. Berbeda dengan Saca, undangan pernikahan resmi tersebut Desna kirimkan menggunakan aplikasi chating WhatsApp. Desna mengirimkan undangan dalam bentuk file foto bukan foto undangan yang sudah dicetak seperti yang Saca kirimkan.

Sebenarnya saya sudah diberitahu oleh Desna sehari sebelumnya. Jum’at, 11 Agustus 2017 saya mendapat kabar itu darinya saat saya mengirimkan broadcast (bc). Saya sudah mendapat kabar bahwa dia akan menikah sudah lama. Dalam pesannya kemarin dia berjanji akan mengirimkan screenshot undangan resmi jika undangannya sudah selesai. Atau undangan cetaknya juga sekalian dengan undangan untuk keluarga abah (pak kades tempat kami menginap selama KKN) kalau sempat.


Dan hari ini dia mengirimkan foto undangannya lengkap dengan peta lokasi pernikahannya. Ternyata Desna menikah dengan pacarnya juga. Sama seperti Saca-Vera yang juga melalui proses pacaran sebelum menikah. Sepertinya menikah setelah sebelumnya berpacaran lama sudah menjadi tren masa kini.


Entahlah, sudah berapa banyak teman-teman seangkatan saya yang sudah menikah. Memang sudah sewajarnya dan tidak lagi bisa terbilang menikah muda. Mereka masing-masing memang sudah cukup umur. Saya sendiri saat ini sudah berusia 23 tahun jalan beberapa bulan. Di usia yang sama Ayah saya sudah punya kami (Deka-Deki) sebagai anak pertamanya.

Mungkin agak aneh, di usia ini saya belum pernah berpacaran. Sementara mereka yang telah menikah masing-masing pernah berpacaran. Saya punya keinginan yang sepertinya agak sulit untuk terealisasi. Saya ingin pacar pertama saya adalah isteri saya nanti. Saya tidak pernah bermain-main dan tidak ingin main-main soal perasaan suka pada lawan jenis. Karena itu saya memilih untuk memastikan rasa cinta tanpa berpacaran. Hampir mustahil sepertinya. Hampir Semua wanita pernah berpacaran, bahkan Desna yang seorang wanita berhijab (jilbab lebar).

Sepertinya yang pernah dikatakan pak Mario Teguh ada benarnya. Seingat saya beliau pernah berkata “sudah sewajarnya kita bertemu dengan cinta yang salah sebelum jodoh kita”( kalau salah silakan komen nanti saya edit, hehehe). Sepertinya saya pun harus melaluinya sebelum bertemu jodoh saya yang sesungguhnya. Yang pasti dia wanita.

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini