Yang Mampu Jangan Ambil Jatah Yang Kurang Mampu Ya!

Hosting Unlimited Indonesia

Ada banyak cara untuk mereka yang berlatar belakang dari keluarga kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang S1. Salah satunya adalah dengan mengikuti program beasiswa Bidikmisi. Ya, program beasiswa bidikmisi adalah program pemerintah pusat agar calon-calon mahasiswa yang cerdas di sekolahnya namun berasal keluarga kurang mampu bisa melanjutkan pendidikan hingga ke bangku kuliah. Persoalannya, sudahkah program tersebut tepat sasaran? Sepertinya belum. Banyak dari mereka yang benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu dapat menikmati fasilitas tersebut. Disini saya tidak akan bicara data sehingga tulisan ini murni berasal dari opini saya pribadi. Kebanyakan dari mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu lebih fokus untuk kerja membantu orang tua daripada lanjut kuliah. Kebanyakan mereka terlalu berkecil hati dan merasa tidak sanggup dalam memenuhi syarat nilai yang dibebankan. Beberapa di antara mereka mungkin memiliki niat untuk menaikkan derajat keluarganya dengan lanjut kuliah namun akhirnya menyerah pada keadaan karena mereka tidak sanggup untuk bersaing. Beberapa memang juga punya keinginan untuk lanjut kuliah tapi dari keluarga kurang mampu dan beasiswa bidikmisi adalah jawabanya namun sayang, nilai-nilai yang berhasil ia kumpulkan tidak cukup atau kalah bersaing. Mereka kalah bersaing. Mereka telah terlanjur tidak fokus dalam belajar dan mengumpulkan nilai. Mungkin mereka sudah terlalu pasrah dengan keadaan mereka. Mereka kurang fokus dalam belajar karena mereka menganggap percuma toh masa depan mereka juga stop tidak bisa lebih tinggi daripada jenjang SMA. bisa juga di katakan mereka telah kalah bersaing dari temannya.
Beberapa yang memperoleh beasiswa bidikmisi justru berasal dari keluarga berada. Sudah jelas bahwa mereka yang berasal dari keluarga berada punya peluang lebih besar. Pertama mereka punya akses lebih banyak terhadap informasi. Kedua bisa jadi mereka coba-coba. Toh kalau tidak lulus mereka tetap bisa kuliah lewat jalur bayar. Ketiga mereka sering punya semangat lebih tinggi karena memang punya harapan untuk memasuki jenjang perkuliahan.
Saya dan saudara saya berasal dari keluarga sederhana malah cenderung berada. Di sekolah mungkin saya dan termasuk paling sederhana. Karena itu saya dan saudara saya mendapatkan tawaran untuk ikut beasiswa bidikmisi. Sebenarnya bukan hanya kami tapi seluruh siswa disekolah menerima tawaran yang sama. Kecuali yang keturunan aparat sipil negara atau karyawan yang punya slip gaji yang tinggi sehingga secara otomatis tidak memenuhi syarat.
Keluarga kami memutuskan untuk tidak ikut beasiswa bidikmisi tersebut. Ayah kami takut beasiswa bidikmisi justru akan menjadi penghalang bagi kami untuk masuk PTN yang di tuju. Kami punya rumah sederhana berlantai keramik. Kami punya motor. Kami juga punya mobil. Ayah merasa masih sanggup memenuhi kebutuhan kami untuk kuliah bila kami bisa masuk universitas yang dituju. Ayah takut seandainya kami gagal seleksi beasiswa bidikmisi karena punya semua itu kemudian kami justru gagal lulus SNMPTN. Ayah sangat percaya pada kemampuan kami untuk bisa lulus PTN sesuai keinginannya. Dan ayah tidak ingin dengan kami mengikuti seleksi program beasiswa bidikmisi maka kami tidak lulus PTN. Itulah alasan sebenarnya. Kemudian munculah alasan lainnya. Keluarga kami ingin memberikan kesempatan untuk mendapat beasiswa bidikmisi tersebut kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya. Mereka yang tetap tidak mampu membiayai biaya kuliah meski hanya sebuah PTN yang berbiaya murah.
Banyak orang yang lebih pantas untuk mendapat beasiswa bidikmisi tapi tidak jadi dapat karena kita yang mampu malah mengambil jatah mereka. Mengambil kesempatan mereka untuk kuliah. Kejamnya. Yuk di renungkan “yang mampu jangan mengambil jatah yang kurang mampu ya!”.

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini