Yang sudah tertulis untukmu tak akan tertulis untuk orang lain

Hosting Unlimited Indonesia

img_2016-29-11-06-37-45

Kamis, 24 November 2016 seorang teman mengganti direct picture (DP) BBM nya dengan sebuah foto yang menurut saya menarik. Saya kemudian menyimpan foto tersebut karena saya memang gemar mengoleksi kata-kata motivasi. Entah kenapa ketika melihatnya lagi hari ini saya jadi ter inspirasi untuk kemudian menuliskan artikel ini.

Foto tersebut sepertinya berupa sebuah kutipan kalimat dari sebuah buku, mungkin sebuah novel. Di foto tersebut tertulis “yang sudah tertulis untukmu tak akan tertulis untuk orang lain. Jujur ketika pertama kali melihat foto tersebut saya tidak tertarik untuk membuat artikel karena saya tidak ingin artikel saya menjadi terlalu pendek sebab saya tidak menemukan kata-kata yang pas untuk menemani foto tersebut.

Tulisan tersebut punya makna yang dalam bagi saya. Seolah-olah sebagai pembenaran bagi saya yang senantiasa sendiri tanpa adanya pasangan perempuan yang menemani. Ya, saya belum pernah berpacaran, mungkin agak aneh menurut kalian soalnya saya sudah hampir berumur 23 tahun. Laki-laki lain yang se umuran dengan saya mungkin rata-rata sudah “PUAS” gonta-ganti pacar. Saya lahir tanggal 29 Maret 1994 sejak kecil saya punya masalah dengan perempuan. Masalahnya saya tidak suka bergaul dengan perempuan. Sebelum kamu menebak saya tidak normal, maka saya tekankan SAYA LAKI-LAKI NORMAL. Saya tertarik pada perempuan yang cantik dan saya tidak tertarik dengan laki-laki. Seperti halnya pemilik akun BBM yang DP nya saya cantumkan di tulisan ini, Dia adalah seorang perempuan (cewek) yang sangat cantik menurut saya. Saking cantiknya saya sempat nulis status di facebook bahwa dia adalah salah satu dari “Ketidakmungkinan yang tidak mungkin aku semogakan”. Laki-laki (cowok) mana yang tidak tertarik dengan perempuan (cewek) cantik. Kalau normal pastinya tertarik, dan sayapun begitu (tertarik) secara naluri. Ada perasaan aneh ketika berada di dekat perempuan cantik. bisa jadi itu penanda bahwa saya normal. Campuran antara minder dan tidak PD, juga rasa takut karena memang bagi saya sekarang belumlah saatnya. Meskipun saya pernah jatuh cinta tapi Alhamdulillah saya belum pernah pacaran, alasannya pertama memang si cewek tidak mencintai saya, dan yang kedua meskipun bila si cewek cinta saya tetap tidak ingin pacaran.

Kembali ke Dp teman saya tersebut, saya menebak sepertinya hatinya tengah mengalami kegalauan akan seseorang yang mungkin adalah jodoh. Ya itu hanyalah tebakan saja, karena saya tidak berani berkomentar jauh karena itu sifatnya privasi. Menurut saya tanpa sadar DP adalah cerminan suasana hati. Dia mungkin sedang ingin menguatkan hati dan keyakinannya dengan memposting foto “yang sudah tertulis untukmu tak akan tertulis untuk orang lain“. Ampun dah saya malah masih saja menebak-nebak sendiri, terserah orang dong mau pasang Dp apa hahahah.

Membaca tulisan itupun saya kembali jadi yakin bahwa seorang jodoh yang telah di tuliskan sang pencipta telah ada entah dimana. Dia yang diciptakan Allah untuk saya sedang menunggu saya untuk menjemputnya. Sedih bila mungkin bisa jadi saat ini dia sedang bersama laki-laki lain. Tapi sekali lagi “yang sudah tertulis untukmu tak akan tertulis untuk orang lain“, itu juga berkaitan dengan Allah maha membolak-balik hati. Allah punya banyak cara untuk menyatukan mereka yang berjodoh, begitupun punya banyak cara dalam memisahkan mereka yang tidak berjodoh. Tapi secara pribadi kalau boleh memilih jodoh saya inginnya yang tidak pernah disentuh(benar-benar disentuh &bukan masalah perawan atau tidak) cowok/laki-laki lain, dimana-mana kan orang lebih suka yang mulus tanpa goresan. Sentuhan wajar antara laki-laki dan perempuan menurut saya hanya sebatas pegangan tangan saat salaman.

Inilah hidup kita tidak pernah benar-benar tau dengan siapa  kita berjodoh. Bisa jadi kita akan berpisah dengan seseorang yang menurut kita sudah sangat pas dihati kita hanya karena yang Allah tuliskan berbeda. Bisa jadi dia pernah disentuh laki-laki lain, saya pasrah karena sepertinya mustahil ada dimasa kini masih ada cewek/perempuan yang belum pernah disentuh cowok/laki-laki. Bisa jadi yang selama ini kita cinta malah tidak mencintai kita. Bisa jadi si pemilik akun BBM lah yang mungkin di tuliskan Allah untuk saya, atau mungkin yang lain baik yang saat ini sudah saya kenal maupun mungkin orang lain yang tidak pernah saya kenal dan entah sekarang ada dimana.

Keep spirit, fokuslah memperbaiki kualitas diri, tak akan lari jodoh dikejar karena “yang sudah tertulis untukmu tak akan tertulis untuk orang lain” :).

Ya, itu hanyalah tebakan saya. Setiap orang yang membaca dapat memaknai tulisan tersebut dengan berbagai persepsi, mungkin ada yang memaknainya bahwa tulisan kalimat “Yang sudah tertulis untukmu tak akan tertulis untuk orang lain” sangat erat kaitannya dengan urusan jodoh.  Saya pun termasuk yang memaknai tulisan tersebut berkaitan soal jodoh ketika pertama kali membaca tulisan tersebut sampai tulisan ini saya buat pun masih demikian. Saya yakin bahwa saya bukan satu-satunya yang mengaitkan kata “Yang” dengan soal urusan pasangan hidup alias jodoh.

Kemudian saya berpikir lagi bahwa terlalu sempit jika saya memaknai kalimat tersebut hanya soal urusan jodoh. Kalimat tersebut secara lebih luas bisa disambung menjadi tulisan kalimat “Segala sesuatu yang sudah tertulis untukmu tak akan tertulis untuk orang lain” dan maknanya pun semakin meluas bahwa tulisan kalimat tersebut tidak terbatas hanya soal urusan jodoh saja.  Ya, yang itu baru benar-benar Benar. Kalimat tersebut punya makna yang berbeda tergantung pembacanya kecuali bila di sambung kata-kata yang mendahului tulisan kalimat tersebut.

Setiap orang yang lahir ke dunia dengan membawa takdirnya masing-masing. Jodoh, Rezeki dan Kematian adalah 3 hal yang telah Allah takdirkan kepada kita dari semenjak kita lahir. Lagi-lagi saya ulangi kalimat “kita tak pernah benar-benar tahu dengan siapa kita berjodoh”. Sama halnya saya tidak pernah tahu bahwa saya akan mengalami kesulitan dalam  menyelesaikan proposal dan skripsi. Saya tak tahu bahwa bakal bertemu Dosen yang sulit. Saya bahkan tak tahu akan kemana langkah saya setelah menyelesaikan jenjang pendidikan S1 nanti.

Saya tak tahu apa takdir saya, bisa jadi bahkan takdir saya tak setinggi peraih gelar sarjana, master, doktoral atau bahkan profesor. Saya hanya bisa berharap bahwa takdir saya minimal selesai sarjana meski jalan menuju sarjana dirasa sangat sulit dan cenderung buntu.

Keep me spirit to me and all of them 🙂

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini