Review 2 Tahun Pakai Lumia 535, Seberapa Menyebalkannya?

Hosting Unlimited Indonesia

Sebuah smartphone buatan Microsoft seharusnya unggul di Sektor Office. Itu alasan utama mengapa saya pilih hape ini 2 tahun lalu. Selain itu kamera depannya sudah 5 megapiksel sayang, kamera belakangnya juga 5 megapiksel meski begitu saya berharap banyak pada kualitas perusahaan yang juga merupakan bekas produsen smartphone Nokia yang dulu merajai pasaran. Ternyata saya keliru, simak selengkapnya curhatan saya berikut ini.

Hari ini masuk Juli 2017, kalau di ingat 28 Juli 2015 adalah hari pertama saya mulai bersahabat dengan Hp “Smartphone” yang agak kurang pintar bernama Lumia 535.

Tanggal 28 Juli memang masih lama tapi, saya sudah gatal ingin menulis soal ini sejak lihat kalender sekarang sudah masuk bulan juli lagi. Yup, juli tahun ini genap 2 tahun Hp Lumia 535 jadi dayly driver saya. Sebegitu puaskah saya sehingga tergolong setia menjadi pengguna Hp tersebut relatif lama?. Tidak.

Saya hanya tidak punya pilihan lain. Anda harus tahu betapa menyebalkannya Hp Lumia 535 tersebut. Rasanya tidak perlu saya ceritakan detail masalah touchsreen yang bermasalah, karena “mungkin” semua orang sudah tahu. Di internet sudah banyak sekali yang mengeluhkan performa Hp Lumia 535 yang mengecewakan. Kalau soal daya tahan memang Hp Lumia 535 tergolong Badak. Casing sudah pecah dimana-mana karena sudah sering sekali jatuh tapi hingga sekarang masih sehat walafiat. Layarnya memang tetap ada goresan meski sudah dilapisi corning Gorila Glass 3 tapi, sama sekali tidak ada retak ataupun pecah setelah sering terjatuh.

Saya hanya ingin menyoroti beberapa hal aneh yang belakangan terjadi. Yakni masalah berbagi foto. Belakangan ini satu-satunya cara agar saya bisa membagikan foto kepada publik adalah via aplikasi Instagram. Entah apa yang salah. Tiba-tiba saja saya tidak bisa upload foto lewat facebook yang biasa saya buka dari browser microsoft edge (dulu bisa).

Upload foto via aplikasi chating populer macam Line pun juga tidak bisa. Jangan sebut aplikasi BBM, karena aplikasi ini sudah lama punah di bursa (toko aplikasi Windows Phone). Begitu pula tidak bisa lagi upload video ke youtube. Bahkan saya sekarang tidak bisa berkirim-kirim foto-video via Bluetooth. Aplikasi WhatsApp untuk beberapa waktu tidak bisa di buka, untung saja saat ini bisa kembali normal lagi dan bisa upload foto-video. Parah banget men.

Selama 2 tahun ini saya pasrah saja. Saya masih terus berusaha positif thinking. Update OTA selalu tersedia hingga kini meski sifatnya hanya perbaikan fitur dan tidak menyelesaikan masalah. Saya berpikir positif semoga masalah tidak bisa upload foto ini terjadi karena memori eksternal saya yang memang tidak bagus. Semoga hanya memori eksternal saya yang salah. Tapi sulit, toh emang selama ini Hp Lumia 535 lah yang menjadi sumber masalah. Tidak perlu ada kambing hitam lainnya.

Saya hanya tidak punya pilihan lain
Harga Jual kembali Hp Lumia 535 anjlok sekali. Sehingga apabila saya jual maka yang bisa saya beli mungkin hanyalah hp dengan spesifikasinya seperempat dari Hp Lumia 535. Hp Lumia 535 memiliki keunggulan kamera depan yang beresolusi 5Mp. Ini yang membuat saya sangat tertarik saat pertama dulu membelinya. Dengan harga yang setara dengannya dulu yang saya dapat mungkin hanya hp Ram 512 Mb dan kamera depan VGA apabila saya membeli Hp Android ternama. Atau Hp Smartfren Andromax yang tentunya harus pakai kartu Smartfren. Sementara saya sudah bosan dengan android Ram di bawah 1 Gb yang sudah pasti ngelag. Mau beli yang Ram lebih besar uangnya gak ada. Sejak itulah saya pikir Lumia sekarang makin bagus dan ramah di kantong.

Kesimpulan kekurangan Hp Lumia 535 setelah 2 Tahun pemakaian
Saya menyesalkan keputusan saya membeli Hp Lumia 535 dulu. Karena Hp Lumia 535 ternyata tidaklah sepintar label “Smartphone” yang disandangnya. Banyak kekurangannya. Kelebihannya hanya kamera depan-belakang 5Mp. Selebihnya minus dan menyebalkan. Baterai boros. Tidak ada BBM. Tidak bisa upload video ke instagram kecuali story. Kamera kadang blank Hijau. Memory gampang penuh. Ukuran aplikasi terlalu besar dan memenuhi memory. Dan yang paling mengecewakan adalah touchscreennya yang hampir selalu ngacok terutama saat di carger. Selain itu ngecarger dari 0-100% butuh waktu sangat lama, katanya 3,5 jam tapi ternyata 5 jam lebih belum tentu penuh, apalagi kalau sedang digunakan maka dipastikan baterai tidak akan pernah terisi penuh (nunggunya sangat lama).

Inilah Review saya setelah 2 tahun pakai Hp Lumia 535. Punya pembelaan yuk silakan tulis di kolom komentar ya,,,

Silakan Berkomentar Menggunakan Facebook disini